Pengumpan:
Tulisan
Komentar
Propolis Diamond 6 ml 

Propolis Diamond 6 ml

1. PROPOLIS DIAMOND
Th 2005, Profesor Stefan Stangaciu ( President of The German and Romanian Apitherapy Societies), menyebutkan bahwa propolis memiliki banyak manfaat dibidang kesehatan dan saat ini digunakan secara luas sebagai obat berbagai penyakit.
PROPOLIS DIAMOND membantu proses peremajaan sel, juga dapat mempertahankan dan menjaga stamina tubuh,meningkatkan sistem imunitas, termasuk mencegah dan mengobati penyakit yang menyerang pada sistem pencernaan, hati, jantung, paru-paru, ginjal, pancreas, tulang, reproduksi, cancer, pembuluh darah, saraf, darah, serangan virus dan bakteri, trauma pada organ tubuh,mata, kulit dan kepala, THT, gigi dan mulut bahkan gangguan non medis.
Propolis juga dapat digunakan sebagai pencegahan dan menguatkan stamina tubuh bagi orang sehat, wanita hamil, balita dan lansia. Dapat melancarkan Asi, membersihkan darah, pemulihan pasca operasi dan mengencangkan kulit bagi ibu yang menyusui.

Bila anda tertarik silahkan hubungi : 0251-7115116 atau HP 0812-1378623

Habbat Kids Honey

Habbat Kids Honey

2. Habbats Kids Honey

Adalah Madu pilihan yang diracik dengan minyak habbatusauda dan minyak zaitun rasanya yang enak juga mengandung Omega 3,6 dan 9 sangat baik untuk pertumbuhan otak, menurunkan panas badan ( Demam ), membantu memelihara kesehatan, Meningkatkan stamina anak

 

Wanita sholihah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia.  Abdulah ibn Amr r.a. menuturkan bahwa Rasuullah saw, pernah bersabda :                          “Dunia itu perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita shalihah. (HR Muslim).                                                                                                    Anas r.a. juga menuturkan bahwa Rasulullah saw, pernah bersabda :
“Siapa yang telah dikaruniai Allah wanita sholihah berarti Dia telah menolongnya dalam satu bagian agamanya. Oleh karena itu, hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam bagian yang kedua  (HR Al Hakim).

Karakter wanita shalihah diantaranya adalah sebagai berikut :
PERTAMA, menaati Allah dan suaminya. Allah SWT, berfirman :
Laki-laki adalah pemimpin wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian harta mereka. Oleh karena itu, wanita yang sholihah adalah yang menaati Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara mereka. ( TQS An Nisa’ 4:3).
Abu Umamah juga menuturkan bahwa nabi SAW, pernah bersabda :
Tidak ada sesuatu yang lebih memberikan manfaat kebaikan bagi seorang mukmin setelah ketakwaannya kepada Allah daripada seorang istri sholihah, jika ia memerintahnya, ia menaatinya, jika ia memandangnya, ia menyenangkannya, jika ia menggilirnya ia memuaskannya, jika ia meninggalkannya ia akan memelihara dirinya dan harta suaminya.  ( HR Ibn Majah).
Ketika seorang Muslimah meninggal dunia, sementara suaminya meridhoinya, ia pasti akan dimasukan ke dalam surga. Dalam hal ini Ummu Salamah menuturkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda : “Wanita mana saja yang meninggal, sementara suaminya meridhoinya, ia pasti masuk surga. (HR At Timidzi).
KEDUA
, Berhias untuk suaminya. Abu Hurairoh r.a. juga pernah menuturkan bahwa Nabi saw, pernah ditanya, “ Wanita manakah yang paling baik?” Beliau menjawab : yaitu wanita yang menyenangkan suaminya jika suaminya memandangnya, yang menaati suaminya jika suaminya memerintahnya, dan yang tidak bermaksiat kepada suaminya menyangkut dirinya dan harta suaminya ( HR Al Hakim).
KETIGA, memelihara rumah, diri, dan harta suaminya. Hukum asal seorang wanita adalah ummun wa rabbah al bayt ( sebagai ibu dan pengatur rumah tangga). Hal ini didasarkan pada hadist dari Ibn Umar, disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda : “Setiap diri kalian adalah pemimpin, masing-masing bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin ia bertangguang jawab atas yang dipimpinnya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin keluarganya, ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang wanita (istri) adalah pemimpin (pengurus) rumah suaminya dan anak-anaknya ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya(HR Bukhori dan Muslim).
KEEMPAT, membantu suaminya dalam urusan akhirat. Rasulullah SAW, bersabda : ” Hendaknya salah seorang diantara kalian mempunyai kalbu yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir , dan istri yang beriman yang dapat membantumu dalam urusan dalam urusan akhirat”                 (HR Ibnu Majah).
KELIMA, memiliki bekal agama yang baik. Rasulullah bersabda : “ Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya karena kecantikan itu akan menjadikannya berlebihan, janganlah kalian menikahi wanita karena hartanya karena hartanya itu akan membuatnya membangkang. Nikahilah wanta atas dasar agamanya. Sesungguhnya seorang hamba sahaya perempuan yang hitam legam yang memiliki kebaikan agama adalah lebih utama” (HR Ibn Majah).
Abu Adzinah Ash Sudfi menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “ Sebaik-baiknya istri kalian adalah yang penyayang, banyak anak (subur), suka menghibur dan membantu jika ia bertaqwa kepada Allah” (HR Al Baihaqi).
KEENAM, bergaul secara baik dengan suaminya untuk memelihara keridhaannya. Rasulullah bersabda “Diantara kebaikan pergaulan wanita terhadap suaminya adalah ia tidak berpuasa sunah jika suaminya berada di rumah , kecuali seizin suaminya, juga tidak mengizinkan mahramnya berada di rumah suaminya kecuali seizin suaminya, jangan pula ia mengundang seseorang ke rumah suaminya, kecuali seizin suaminya” (HR Al Bukhori dan Muslim).
Selain itu sikap istri yang baik pada suaminya yaitu ia tidak mendirikan shalat sunat pada malam hari , kecuali seizin suaminya . Rasulullah bersabda : “ Janganlah seorang wanita mengizinkan seseorang berada di rumah suaminya kecuali dengan izin suaminya dan janganlah ia bangkit dari tempat tidurnya lalu mendirikan sholat sunat kecuali dengan izin suaminya. ( HR Ath Thabrani).

Diantara kebaikan pergaulan seorang istri terhadap suaminya yaitu keridhoannya jika suaminya memarahinya. Rasulullah bersabda” Ingatlah, aku telah memberitahu kalian tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk surga, yaitu yang penyayang, banyak anak (subur), dan banyak memberikan manfaat kepada suaminya, dan jika ia menyakiti suaminya atau disakiti, ia segera datang hingga berada di pelukan suaminya, kemudian berkata “ Demi Allah aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhoiku. (HR Al Baihaqi).
Semua sifat-sifat yang diuraikan di atas adalah sifat yang seharusnya menjadi sifat wanita sholihah.

Sebaliknya ada beberapa sifat yang seharusnya dijauhi oleh oleh para wanita diantaranya adalah:
Pertama, jangan menyusahkan atau menyakiti suaminya. Muadz bin Jabal menuturkan bahwa Nabi SAW, pernah bersabda : “ Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istri-istri suaminya dari para bidadari surga berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah mencelakakanmu. Sesungguhnya bagimu akan segera datang tamu kematian yang akan memisahkanmu dengan suamimu dan mengembalikannya kepada kami” (HR AT Tirmidzi).
Kedua, hendaknya tidak mengadukan suaminya atau tidak banyak menuntut suaminya. Said Ibn Al Musayyab menuturkan bahwa seorang anak perempuan pernah datang kepada Nabi SAW dan mengadukan suaminya . Nabi SAW kemuadian bersabda “ Kembalilah engkau, Sungguh aku tidak menyukai wanita yang menyeret ekornya untuk mengadukan suaminya.(HR Sa’id bin Al Musayyab).
Ketiga
, hendaklah seorang wanita atau istri tidak banyak keluar rumah. Berdiam di rumah bagi seorang wanita lebih baik daripada ia keluar dari rumah. Kesibukannya mengurus rumah tangga, mengasuh anak adalah lebih mulia daripada bepergian ke luar rumah dan berada di jalan-jalan, kendaraan umum atau berada di tempat-tempat umumyang berdesak desakan dan bercampur baur dengan para laki-laki.
Sifat-sifat seperti inilah yang harus dijauhi oleh para wanita . Sementara itu, sifat-sifat yang disebutkan sebelumnya adalah perhiasan bagi mereka. Oleh karena itu , hendaklah para wanita menghiasi diri mereka dengan sifat-sifat tersebut. Dengan begitu para wanita akan terjaga kehormatannya dan berada di jalan yang benar. Hal ini sebagaiman disebutkan dalam Al Qur’an “ Allah pasti akan memasukan mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Alahpun menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Yang demikian itu sesungguhnya di sisi Allah merupakan keberuntungan yang besar. (TQS Al Fath 48 : 5)
Wallahu a’lam bishowab

FIGUR IBU DAMBAAN UMMAT

Bunda & Teteh

Bunda & Teteh

Gelar ibu diberikan kepada setiap wanita yang telah menikah. Mereka adalah calon ibu bagi anak-anaknya, dari rahimnyalah akan lahir generasi baru yang melanjutkan keluarga dan penerus sebuah peradaban. Corak generasi ini tergantung dari pendidiknya. Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Bila ibu berhasil mendidiknya, maka akan terlahir generasi sholeh dambaan ummat yang mencintai Allah, Rasul, Al Qur’an dan sesama mahluk, namun sebaliknya apabila ibu gagal mendidiknya , maka akan terlahir generasi durhaka penentang Allah dan RasulNya.

Di masyarakat, kiprah seorang ibu berbe-da-beda. Setidaknya ada 4 kelompok aktifitas yang dilakukan oleh seorang ibu :
1. Ibu yang berkarir di luar rumah untuk bekerja, aktif diorganisasi dengan menga-baikan anak-anak dan rumah tangganya.
2. Ibu yang berkarir di luar rumah dengan tetap memperhatikan anak-anak dan kelu-arganya dengan tenaga yang masih ter-sisa.
3. Ibu yang berkarir di dalam rumah, tetapi meninggalkan perannya dalam membina anak-anak dan keluarganya.
4. Ibu yang berkarir di dalam rumah dan masyarakat untuk membentuk generasi dan masyarakat Islam.
Maka muncul sebuah pertanyaan : Kita terma-suk kelompok yang mana? Lalu seperti apa figur ibu dambaan ummat?
Pengkajian dengan seksama terhadap Syariat Islam akan memberikan kesimpulan bahwa fungsi dan kedudukan perempuan dalam Islam berbeda dengan fungsi dan kedudukan laki-laki. Hanya saja perbedaan fungsi ini tidak menunjukkan ketinggian derajat satu dengan lainnya, karena ketinggian derajat seseorang bukanlah ditentukan oleh jenis kelamin tapi dilihat dari ketaqwaannya :

“ Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa”. (QS. Al-Hujurat 49 : 13).

Islam menempatkan perempuan pada dua peran penting dan strategis yaitu : Pertama Sebagai Ibu bagi generasi masa depan. Dan Kedua sebagai pengelola rumah tangga suaminya.

“ Seorang wanita adalah pengurus rumah tangga suami dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepengurusannya”       (HR Muslim)

Terkait dengan peran sebagai ibu, maka yang harus dilakukan adalah memelihara kandungan, melahirkan, menyusui, merawat dan merangsang perkembangan bayi serta menjaga anak-anaknya.
Ibu yang berhasil mendidik anak-anaknya akan terlihat pada diri anak-anak, yaitu pribadi yang beriman, taat beribadah, berahlak terpuji, kuat pendirian, pandai bergaul, lemah lembut, punya kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya dan mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
Untuk menjadi ibu yang mampu mencetak pribadi-pribadi seperti di atas, maka diperlukan sosok ibu yang memiliki antara lain :

1. Kecerdasan spiritual
Ibu yang memiliki kecerdasan spiritual adalah yang menyadari hubungannya dengan Allah, sehingga, dalam setiap aktifitasnya hanya berharap keridhoan dari Allah.
2. Berkepribadian yang tangguh.
Ibu yang memiliki kepribadian yang tang-guh yaitu yang senantiasa setiap pemikiran dan tingkah lakunya berlandaskan atas akidah Islam.
3. Menguasai konsep pendidikan anak.
Seorang ibu harus mengetahui dan mengu-asai konsep pendidikan anak, memahami arah dan tujuan mendidik anak serta me-nguasai persoalan teknis dan praktis dalam mendidik anak.

Di lihat dari kedudukannya sebagai pe-ngatur rumah tangga dalam realitasnya seorang perempuan menjalankan fungsi antara lain :
1. Mengelola logistik (Makanan dll) dalam rumah tangga. Maka seorang ibu harus mengetahui ilmu pangan. Mana makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dan mana makanan yang menimbulkan mudhorot / merusak tubuh. Di samping itu ibu juga harus memahami tehnik mengolah makanan yang sedap dan menarik, dengan biaya yang murah.

2. Menjaga kebersihan, ketertiban , ke-rapihan, keamanan dan kenyamanan dalam rumah, sehingga setiap anggota keluarga akan selalu merasakan kesegaran dan kenyamanan, suami akan betah berlama-lama di rumah jika sedang tidak bekerja, anak-anak terlatih bersih, tertib dan teratur, sehingga kondisi ini akan menciptakan suasana rumah yang kondusif dan asri.
3. Menjaga kemuliaan dan kehormatan rumah tangga. Ibu harus berupaya menjaga dan membangun citra rumah dari pandangan orang lain. Menjaga penam-pilan rumah supaya bagus dan menarik. Dan menciptakan kondisi rumah yang menentramkan hati dan menenangkan jiwa.

Dalam menjalankan ketiga peran di atas, supaya dapat terlaksana dengan baik dan sempurna maka Islam telah menetapkan hak-hak yang harus didapatkan oleh seorang perempuan. Diantara hak-hak tersebut yaitu dinafkahi, dilin-dungi, dijaga kesehatannya, diberi fasilitas-fasilitas dan kesempatan untuk menuntut ilmu dan diperlakukan dengan ma’ruf. Disamping itu harus ada dukungan dari masyarakat sekitar. Kondisi masyarakat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan tugas ibu dalam mendidik anak. Keadaan lingkungan yang menjadikan Islam seba-gai dasar kehidupan akan berpengaruh positif terhadap target pendidikan yang ingin dicapai oleh ibu. Namun sebaliknya jika kondisi masya-rakat tidak sejalan dengan pendidikan yang kita tanamkan dalam keluarga niscaya hal ini akan berakibat fatal bagi perkembangan anak kita.
Maka untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif yang harus dilakukan adalah berda’wah menyampaikan Islam kepada masyarakat teruta-ma kalangan pemudi dan ibu – ibu. Da’wah ini dilakukan bukan hanya sekedar kewajiban dari Allah bagi kaum muslimin dan muslimah sebagai-mana tercantum dalam Al Qur’an.

“Dan orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf , mencegah dari yang munkar , mendirikan sholat, menunai-kan zakat, dan mereka taat pada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”
(QS At Taubah :71).

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar . Mereka itulah orang-orang yang beruntung”.
(QS Al Imran: 104)

lebih dari itu da’wah sebagai langkah untuk membentuk generasi ummat di masa yang akan datang. Jadi da’wah merupakan salah satu kebutuhan yang harus diutamakan sebagai salah satu pilar penunjang keberhasilan pendidikan anak.
Demikianlah figur ibu dambaat ummat di tengah-tengah kehidupan. Mudah-mudahan kita sebagai seorang ibu mampu mencetak generasi yang berkualitas sebagai penerus perjuangan Islam dalam rangka melanjutkan kehidupan Islam, sehingga akhirnya Islam bisa berjaya kembali dan umat Islam menjadi Umat yang terbaik di muka bumi ini. Amiin.

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar .dan beriman kepada Allah…”
(QS Al Imran :110 ).

Wallahu’alam Bishawab.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.